Read more: http://farhanshare.blogspot.com/2012/09/cara-agar-artikel-blog-tidak-bisa-di_1.html#ixzz2JboOJZMH Sunshine Appuach (PrincesSholehah): SPAI - AKIBAT PERGAULAN BEBAS

Jumat, 21 Juni 2013

SPAI - AKIBAT PERGAULAN BEBAS



KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah, rasa syukur yang mendalam Penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas izin dan limpahan rahmat-Nya, Penyusun dapat menyelesaikan makalah seminar pendidikan agama islam dengan tema “Akibat Pergaulan Bebas”.
            Dalam hal ini Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman sejawat, yang telah memberikan bantuan dan dorongan kepada Penyusun dalam menyelesaikan Makalah Seminar Pendidikan Agama Islam “Akibat Pergaulan Bebas”.
            Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan hasil Makalah Seminar Penididikan Agama Islam “Akibat Pergaulan Bebas”.
 ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu Penyusun akan menerima kritik dan saran dari siapapun untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam Makalah Seminar Pendidikan Agama Islam ”Akibat Pergaulan Bebas”.
 Akhir kata, semoga penyajian Makalah Seminar Pendidikan Agama Islam ”Akibat Pergaulan Bebas”. Dapat berguna bagi teman-teman.










                Bogor , Maret 2013  


                        Penyusun


DAFTAR ISI
Sampul Muka
Kata Pengantar       i
Daftar Isi     ii
BAB I       PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah     1
B.     Rumusan Masalah       1
C.     Tujuan Penulisan   2
BAB II       PEMBAHASAN
A.    Pergaulan Bebas        3  
B.     Pengertian Pergaulan Bebas         5
C.     Macam-macam Pergaulan Bebas        5           
D.    Penyebab Pergaulan Bebas        11
E.     Dampak Pergaulan Bebas       14
F.      Solusi Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan Bebas       16
G.    Islam Memandang Pergaulan Bebas       18
H.    Ayat Al-Qur’an Tentang Cara Mendidik Anak       19

BAB III       KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan       21
B. Saran      21

DAFTRA PUSTAKA      24
LAMPIRAN-LAMPIRAN




BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah, atau di lingkungan pertemanannya.
Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang terjerumus ke dalam lembah perzinahan (Free sex), disebabkan terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul, faktor utama masalahnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus modernisasi yang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian yang ketat.
Kita telah mengetahui bahwa sebagian besar bangsa barat adalah bangsa sekuler, seluruh kebudayaan yang mereka hasilkan jauh dari norma-norma agama. Hal ini tentunya bertentangan dengan budaya Indonesia yang menjujung tinggi nilai agama dan pancasila. Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran adalah sebagian dari pergaulan bebas. Saat ini pacaran sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping. Fakta menyatakan bahwa sebagian besar perzinahan disebabkan oleh pacaran. Bila kita menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya, pacaran (berduaan dengan non muhrim) merupakan hal yang tabu. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa pacaran memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia, demikian juga dengan budaya islam.

B.  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pergaulan bebas ?
2.      Apa saja yang termasuk pergaulan bebas?
3.      Apa saja faktor penyebab para remaja terjerumus dalam pergaulan bebas?
4.      Bagaimana pandangan agama islam tentang pergaulan bebas ?
5.      Bagaimana solusi untuk mengatasi pergaulan bebas?
6.      Bagaimana cara mendidik anak dalam islam?
                                                   
C.  Tujuan Penulisan
1.      Untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Pendidikan Agama Islam
2.      Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab para remaja terjerumus dalam pergaulan bebas
3.      Untuk mengetahui bagaimana solusi untuk mengatasi masalah pergaulan bebas
4.      Untuk mengetahui bagaimana cara mendidik anak dalam islam

BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pergaulan Bebas
Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku. Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas karena adanya pertentangan dari lawan jenis, adanya tekanan dari keluarga dan teman. Dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat, dari 5% ada tahun 1980-an menjadi 20% di tahun 2000. telah dilakukan penelitian mengenai gambaran pengetahuan remaja tentan seks bebas di Desa Paya Bakung Dusun I B Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2006.
Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diajukan responden dengan jumlah sampel 42 responden. Hasil penelitian yang terlibat pergaulan tidak baik sebanyak 80,9% sedangkan remaja yang memperoleh sumber informasi tentang seks bebas sebanyak 47,6% dan remaja yang keadaan ekonominya baik sebanyak 35,6% serta remaja yang berpengetahuan cukup tentang seks bebas sebanyak 43% sedangkan baik dan kurang masing-masing sebanyak 28,5%.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas disebabkan karena kurangnya kesadaran remaja tentang keadaannya dan tidak ada keterbukaan antara orang tua dan anaknya. Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur dan bangga terhadap hasil cipta karya manusia, karena dapat membawa perubahan yang positif bagi perkembangan/kemajuan industri masyarakat. Tetapi perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin bisa saja kemajuan itu dapat membawa kepada kemunduran. Dalam hal ini adalah dampak negatif yang diakibatkan oleh perkembangan iptek, salah satunya adalah budaya pergaulan bebas tanpa batas.
Dewasa ini pergaulan remaja, baik remaja sekolah maupun remaja kuliah, telah mengalami suatu tahapan yang berbeda dengan adat budaya dan agama yang menjadi sandaran norma dan aturan dalam hubungan interaksi antar manusia. Dalam pergaulan yang semakin bebas ini memunculkan berbagai bentuk kebiasaan lain. Dari pola pikir yang materialistic dan mencari kenikmatan instant walau sesaat telah menjadi sisi kehidupan tersendiri. Dari kebebasan pergaulan meskipun ada segi positifnya yaitu kebebasan berfikir dan berkreasi dengan kerja sama antar lawan jenis sehingga menghasilkan kreasi solid karena kedekatannya, mempunyai sisi lain dengan lahirnya berbagai gejala sosial diantarannya terjadi sex pra-nikah. Sex bebas yang merebak di kalangan remaja adalah fenomena dimana aturan dan norma kehidupan yang telah di ajarkan agama dan aturan yang menjadi kesepakatan bersama antar manusia telah terabaikan, tergusur oleh pemikiran yang serba untuk kesenangan. Perilaku sex bebas ini selain telah mengabaikan norma, juga telah mendorong terjadinya pegeseran fungsi utama sex bagi manusia. Dari tujuan utama sebagai sarana regenerasi telah beralih menjadi sarana pemuasan nafsu semata. Naluri sex merupakan sumber tenaga manusia untuk terus melestaikan spesiesnya dimana dalam pertumbuhannya remaja hingga dewasa dorongan sex ini makin kuat. Jika tanpa ada pengatur atau pengontrol oleh norma agama, sosial masyarakat dan pendidikan sex akan terjadi dominasi nafsu dalam diri. Pergaulan bebas antar lawan jenis mendorong terjadinya hamil pra-nikah, lebih parah jika setelah hamil laki-laki ini tidak bertanggung jawab dengan meninggalkannya, gadis yang sudah tidak ‘gadis’ lagi ini untuk menghindari rasa malu terhadap orang tua, teman dan masyarakat, atau karena suruhan dari teman laki-lakinya yang tidak mau menikahinya cenderung mengambil jalan pintas dengan menggugurkan kandungannya. Inilah fenomena social remaja yang makin marak dalam kehidupan manusia dimana praktek aborsi sebagai mediator alternative bagi para pezina dalam mencari jalan pintas menjadi solusi terakhir.
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari istilah pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan.
Islam telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum dalam surat An-Nur ayat 30-31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul. Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam pergaulan bebas? Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam pergaulan bebas itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang.

B.  Pengertian Pergaulan Bebas
Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.
Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.

C.    Macam-macam Pergaulan Bebas
Dilihat dari ajaran agama islam, pergaulan bebas dikelompokkan menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut :
1.      Zina
Tidak mengherankan kalau seluruh agama samawi mengharamkan dan memberantas perzinaan, serta memberikan ultimatum yang sangat tajam. Karena perzinaan itu dapat mengaburkan masalah keturunan, merusak keturunan, menghancurkan rumah tangga, meretakkan perhubungan, meluasnya penyakit sipilis, kejahatan nafsu, dan merosotnya akhlak. Oleh karena itu tepatlah apa yang dikatakan Alloh SWT. Surat Al-Israa ayat 32:
 وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةًۭ وَسَآءَ سَبِيلًۭا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”
Oleh karena itu apa saja yang dapat membangkitkan seks dan membuka pintu fitnah baik oleh laki-laki maupun perempuan serta mendorong orang untuk berbuat yang keji atau paling tidak mendekatkan perbuatan yang keji itu.
Ayat di atas menerangkan bahwa mendekati zina saja dilarang, apalagi zina. Perkara-perkara yang mendekati zina telah Rasulullah jelaskan dalam hadis riwayat Muslim.
2.      Melihat Lain Jenis dengan Bersyahwat.
Diantara sesyatu yang diharamkan islam dalam hubungannya dengan masalah insting ialah pandangan seorang laki-laki kepada seorang perempuan atau sebaliknya. Kuncinya adalah hati dan pandangan yang merupakan jalan untuk membawa fitnah dan sampai kepada perbuatan zina. Rosululloh SAW, menganggap pandangan liar dan menjurus kepada lain jenis sebagai bentuk perbuatan zina mata. Sabda beliau sebagai berikut :
“Dua mata itu bisa berzina dan zinanya ialah melihat”
Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati
3.      Haram Melihat Aurat
Rosululloh SAW telah melarangnya sekalipun antara laki-laki dengan laki-laki atau antara perempuan dengan perempuan baik dengan syahwat ataupun tidak. Sabda Rosululloh SAW\
“Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain dan begitu juga perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain dan tidak boleh seseorang laki-laki bercampur dengan lain laki-laki dalam satu pakaian, dan begitu juga perempuan dengan perempuan lain bercampur dalam satu pakaian.” (HR.Muslim, Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi)

4.      Hal-Hal Yang Dilarang Di Era Globalisasi Saat Ini
1.      Alkohol (Minuman keras)
Kita sudah tidak asing lagi dengan kata minuman keras, minuman keras atau yang sering disebut miras mudah sekali ditemui di manapun kita berada. Alkohol adalah zat yang paling sering disalahgunakan manusia, alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dalam peragian tersebut akan menghasilkan kurang lebih 15%, tetapi jika dilakukan penyulingan maka dapat menghasilkan kurang lebih 100%.
Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol, efeknya berbeda-beda tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan.
Bila dikonsumsi berlebihan, akan muncul efek sebagai berikut:
-merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri
-tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional (sedih, senang, marah secara berlebihan)
-muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri

Pengonsumsian alkohol yang berlebihan dapat mengakibatkan pengerutan otak dan pengonsumsian alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat-obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar. Tapi bodohnya masyarakat Indonesia sudah terbukti, banyak terdengar kabar para pemabuk tewas ketika menengguk minuman keras, ternyata minuman keras itu sudah dicampur dengan bahan-bahan yang berbahaya seperti baygon, soklin, soffel dan banyak lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men-dapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Al-Ma’idah: 90-91).
jadi janganlah anda sekali-kali minum minuman keras karena itulah hal yang paling dibenci Allah SWT.
2.      Narkoba
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya.Narkoba menjadi ancaman terberat bagi bangsa ini.Berapa puluh ribuan orang yang sudah terjangkit narkoba.Narkoba terdiri dari beberapa macam yaitu :
-Opiat(heroin,morfin,ganja)
-Amfetamin(shabu,ekstasi,inex)
-Kokain
-Benzodiazepin(pil nipam,BK,mogadon)
Begitu banyak macam narkoba yang sudah menyebar di negeri ini. Berapa jiwakah yang akan terjangkit narkoba lagi? Kita tidak akan tahu berapa jumlah anak muda yang akan terpengaruh oleh narkoba sebelum pemerintah berusaha memberantas narkoba itu.
Seorang pengguna narkoba bisa terjangkit virus HIV/AIDS jika dia menggunakan jarum suntik secara bergantian.Memang sungguh berbahaya, tapi mengapa para pemakai itu nekat menggunakannya?
Narkoba membuat penggunanya merasa lebih percaya diri bahkan ada yang mengatakan sebagai gaya hidup zaman sekarang. Narkoba juga sebagai pelarian dari suatu masalah. Yang lebih ironis lagi, banyak orang yang beranggapan, mengkonsumsi narkoba sebelum melakukan hubungan seksual bisa menambah kemampuan dan kekuatan. Sehingga sering kita dengar adanya pesta narkoba yang kemudian dilanjutkan dengan pesta seks. Atau ada suatu anggapan yang mengatakan komplek pelacuran identik dengan narkoba.
Mengkonsumsi narkoba bukannya akan menambah kekuatan, namun sebaliknya justru akan menimbulkan masalah dan berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Gangguan fungsi seksual karena menggunakan barang haram ini, tergantung dari jenis narkoba yang digunakan.
3.      Kehidupan malam
Pergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya “dugem” (dunia gemerlap). Kehidupan malam identik dengan seks bebas, alkohol dan obat terlarang. Itu tidak bisa dipungkiri ketika mewabahnya ekstasi dan shabu-shabu. Obat terlarang jenis ini sering ditemui di klub-klub malam. Alkohol mudah sekali dijumpai ketika kita masuk dalam klub-klub malam. Dunia ini banyak dirambah oleh kalangan atas dan kalangan selebritis. Mereka menghambur-hamburkan uang demi kepuasan sesaat.
Mereka menganggap kehidupan malam adalah kebutuhan hidup yang tidak bisa dipisahkan dari rutinitas mereka. Perspesi masyarakat Indonesia tentang kehidupan malam adalah tabu, mereka menganggap kehidupan malam itu tak ada dalam adat istiadat mereka. Mereka menganggap kehidupan malam itu sebagai dunia kelam yang akan menghancurkan generasi bangsa.
Tapi dalam masa ini, sudah berapa banyakkah klub-klub, cafe-cafe dan diskotik di Indonesia? Indonesia telah berubah, bukan seperti dulu lagi. Kehidupan malam dianggap sudah biasa bagi kalangan remaja.
4.      Sex Bebas
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).
Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua. Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan. Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.
Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah :
-          Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
-          Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
-          Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
-          Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
-          Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
-          Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),
-          Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
-          Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
-          Kanker hati (Liver Cancer).
-           Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
-          Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
-          Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
-          Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

D.  Penyebab Pergaulan Bebas
Penyebab pergaulan bebas diantaranya:
1.      Rendahnya Taraf Pendidikan Keluarga.
Rendahnya taraf pendidikan keluarga mungkin juga berpengaruh besar terhadap terjadinya pergaulan bebas. Misalnya masih mengizinkan anaknya berpacaran tanpa mengawasinya, ini akan menyebabkan anaknya akan terjerumus dalam pergaulan bebas.
2.      Keadaan Keluarga Yang Tidak Stabil (Broken Home).
Keadaan keluarga sangat berpengaruh terhadap tingkah laku / perkembangan psikis remaja. Apabila keadaan orang tua tidak harmonis maka perkembangan psikis anak akan terganggu dan anak cenderung mencari kesenangan di luar. Karena anak merasa orang tua tidak memberi kasih sayang, sehingga anak mencari pelampiasan dengan cara bergaul secara bebas.
3.      Orang Tua yang Kurang Memperhatikan.
Orang tua yang tidak memperhatikan anaknya dikarenakan cenderung memikirkan pekerjaannya dan anak kurang mendapat perhatian sehingga anak cenderung bebas dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Oleh karena itu, perlunya perhatian orang tua. Apabila kita perhatikan kesalahan orang tua adalah tidak memberi pendidikan tentang pergaulan bebas yang memadai di rumah, dan membiarkan anak-anak mereka mendapat pemahaman pergaulan yang salah dari sumber yang salah.
4.      Lingkungan Setempat Kurang Baik.
Lingkungan setempat manjadi salah satu faktor yang mempengaruhi cara bergaul para remaja. Apabila kondisi keluarga sudah baik, akan tetapi lingkungan sekitar tidak mendukung atau tidak kondusif, maka anak tersebut juga dapat terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Apalagi remaja zaman sekarang lebih menyukai bergaul dengan teman yang ada di lingkungan sekitar daripada keluarga. Apabila kita ingat perkembangan cara pikir, pola pikir, anak zaman sekarang tidak lagi didominasi oleh pendidikan keluarga namun lebih banyak pendidikan dari lingkungan.
5.      Kurang Berhati-hati dalam Berteman.
Berteman mungkin hal yang wajar, namun dalam memilih teman kita harus hati-hati. Teman bisa menjerumuskan ke dalam hal-hal yang negatif, sehingga dalam bergaul tidak asal-asalan maka dari itu kita harus memilih teman yang benar-benar baik agar kita tidak terjerumus dalam pergaulan yang cenderung bebas.
6.      Keadaan Ekonomi Keluarga
Keadaan ekonomi keluarga yang rendah, itu  akan membuat seorang anak tidak mengenyam pendidikan dengan baik. Dan kebanyakan anak akan putus sekolah sehingga anak tersebut akan bergaul dengan para remaja yang senasib. Mereka akan membentuk suatu kelompok yang beranggotakan anak yang putus sekolah. Keadaan ekonomi juga dapat menjadi faktor yang cukup mendominasi, karena menurut Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta melaporkan bahwa remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas adalah para remaja. Maka adanya penyuluhan / pengetahuan tentang internet sangatlah diperlukan. Namun bahaya pergaulan bebas tidak hanya didapat dari internet tetapi juga televisi dan handphone. Bahkan secara umum, kelompok remaja yang paling banyak mendapat dorongan bergaul secara bebas dari media cenderung melakukan pergaulan yang tidak baik, apalagi usia 14 hingga 16 tahun.
7.      Faktor Agama dan Iman
Agama dan keimanan merupakan landasan hidup seorang individu. Tanpa agama hidup mereka akan kacau, karena mereka tidak mempunyai pandangan hidup. Agama dan keimanan juga dapat membentuk kepribadian individu. Dengan agama individu dapat  membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Tetapi pada remaja yang ikut kedalam pergaulan bebas ini biasanya tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak.
8.      Adanya Teknologi Informasi (Internet).
Munculnya internet memudahkan kita untuk mengakses berbagai macam jenis budaya. Sehingga dampaknya bisa positif dan negatif. Jadi apabila kita menggunakan internet kita harus selektif.






E.  Dampak Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas dapat memberi dampak yang buruk, diantaranya :

1.      Terserang penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)
AIDS merupakan gejala kompleks yang menunjukkan adanya kegagalan pada fungsi sistem kekebalan tubuh akibat terinfeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus HIV menyerang dan menghancurkan sel darah putih yang berfungsi sebagai penahan dari serangan infeksi atau bibit penyakit.
Gejala awal AIDS mirip dengan flu, terjadi pembengkakan kelenjar dan suhu tubuh yang tinggi. Gejala lanjutannya ialah kehilangan berat badan, terserang beberapa macam kanker, dan penurunan fungsi otak. Penularan penyakit ini melalui cairan darah yang terinfeksi, jarum suntik, hubungan seksual, dan mulut (adanya luka pada gusi, bibir, dan tenggorokan) saat melakukan oral seks. Bayi yang belum lahir juga beresiko tertular HIV jika ibunya menderita AIDS.\
Tingginya kasus AIDS, khususnya para remaja merupakan akibat dari pergaulan bebas. Hasil penelitian di 12 kota termasuk di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10 – 31 % remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% kehilangan sistem kekebalan atau daya tahan tubuh pada usia remaja.       Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan. Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Februari 2005, tercatat penderita AIDS sebanyak 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
2.        Aborsi atau abortus
Berarti penguguran kandungan atau membuang. janin dengan sengaja sebelum waktunya (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus dibagi menjadi dua :
Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangny     daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.
Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.
Firman Allah : ” Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.” (QS 17:31).
Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya. Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha.
Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.” (QS 5:32 ).
Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh, membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan melawan terhadap perintah Allah.
Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih.” (QS 5:36).

Menindak lanjuti mengenai permasalahan dalam makalah ini maka seharusnya kita sebagai pemuda islam yang berpendidikan haruslah mengetahui dampak dan akibat dari pergaulan bebas tadi. Sehingga kita tidak akan terjerumus dalam tindakan yang dilarangan oleh agama islam. Pergaulan bebas dalam kehidupan bermasyarakat memang bukan hal yang asing lagi karena setiap hari para remaja sudah melakukan hal tersebut. Untuk mencegah hal itu maka haruslah ditanamkan pengetahuan tentang bahayanya pergaulan bebas karena dampak dari pergaulan bebas ini akan dirasakan oleh berbagai macam pihak seperti keluarga, masyarakat dan yang lebih menyesali atas tindakannya tersebut adalah dirinya sendiri. Untuk menumbuhkan kesadaran akan bahayanya pergaulan bebas maka para remaja haruslah diberikan pendidikan mengenai dampak pergaulan bebas dan memberikan pendidikan kerokhanian agar mereka sadar tentang apa yang saat ini sedang terjadi.
Solusi Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan Bebas Kita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluranminat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap orang mampumencapai kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupun kata-kata tersebut sering ‘didengungkan’tetap saja masih banyak remaja yang melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Selaindaripada solusi di atas masih banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut adalah sebagai berikut:
·         Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam “kenyataan”,maksudnya sebaiknya remaja dididik dari kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidaksesuai dengan kemampuannya sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan merekaakan mampu menanggapinya dengan positif.
·         Menjaga keseimbangan pola hidup. Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelolawaktu, emosi, energi serta pikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalamkegiatan sehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif 3. Jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaikuntuk diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan iniremaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
·         Jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
·         Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
·         Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik denganmasyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kitamulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
·         Perlunya remaja berpikir untuk masa depan. Jarangnya remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkan pertanyaan “Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik?” kemudian hal itu diiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para remaja. Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang untuk melakukan hal-hal menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV & AIDS nantinya.Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapat dikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif untuk memberikan motivasi positif dan memberikan sarana & prasarana yang dibutuhkan remaja dalam proses keremajaannya sehingga segalanya menjadi bermanfaat dalam kehidupan tiap remaja.

G.  Islam memandang Pergaulan Bebas
Banyak hal-hal yang negatif yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas. Ini semua telah terlukis oleh mereka di belahan bumi Barat, yang dulu mengagung-agungkan kebebasan dalam segala hal, termasuk kebebasan seks, kini mereka menjerit. Angka perceraian sangat tinggi, dan pranata pernikahan diragukan. Akibatnya keluarga sebagai sendi masyarakat runtuh, kemudian terjadilah dekadensi moral. Wabah AIDS menebarkan kengerian dan ketakutan karena semakin liarnya perilaku masyarakat dalam free sex.
Apa yang terjadi di Barat dapat kita sinyalir dari tulisan George Balusyi dalam bukunya ; “Ledakan Seksual”, yaitu ; “pada tahun 1962, Kennedy menjelaskan, masa depan Amerika diancam bahaya, sebab para pemudanya cenderung dan tenggelam di dalam syahwat sehingga tidak mampu memikul tanggung jawab yang harus dipikul di atas pundaknya. Setiap tujuh pemuda yang maju untuk jadi tentara, terdapat enam pemuda yang tidak pantas dijadikan tentara. Sebab syahwat yang telah mereka lampiaskan itu, telah merusak keseimbangan hygienis dan psikis mereka”.
Budaya free sex tidak jauh berbeda dengan budaya pacaran. Dan dengan menghubungkan fakta yang terjadi di sekitar kita, banyak para pemuda dan pemudi yang mengaku dirinya muslim tetapi mereka melakukan perbuatan zina. Juka hal ini dibiarkan, maka akan sangat berabhaya bagi kelanjutan da’wah Islam. Betapa sedihnya jika ummat Islam yang begitu besar tetapi akhlak para pemudanya penuh dengan kebobrokan. Naudzubillahi min zaalik.





H.  Ayat Al-Qur’an Tentang Cara Mendidik Anak
Dalam Al-Quran dijelaskan di Surat Lukman ayat 12-19, mengenai konsep Alquran mengenai mendidik anak secara islami.
Ayat 12-13: Kisah Luqman yang bijaksana, nasihatnya kepada anaknya tentang pentingnya syukur dan bahaya syirk
Terjemah Surat Luqman Ayat 12-13
Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.” (Q.S Lukman:12)

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S Lukman:13)

Ayat 14-15: Pentingnya seorang bapak memperhatikan pendidikan anaknya, bagaimana mendidik anak secara Islami, dan perintah menaati kedua orang tua selama isinya bukan maksiat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
Terjemah Surat Luqman Ayat 14-15
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (Q.S Lukman:14)
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S Lukman:15)
Ayat 16-19: Penjelasan tentang luasnya ilmu Allah Subhaanahu wa Ta'aala, pentingnya menanamkan rasa muraqabah (merasa diawasi Allah Subhaanahu wa Ta'aala) ke dalam diri anak, pentingnya mengajarkan anak akhlak yang mulia dan mengingatkan kepadanya agar menjauhi akhak tercela.

Terjemah Surat Luqman Ayat 16-19
(Luqman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Mahateliti. (Q.S Lukman:16)

Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. (Q.S Lukman:17)

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (Q.S Lukman:18)

Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Q.S Lukman:19)





BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Berdasarkan uraian sebelumnya penulis akan menyimpulkan beberapa hal,yakni sebagai berikut :
1.      Islam telah menetapkan dan mengatur batas-batas dalam pergaulan bebas diantaranya dengan menjaga dengan pandangan mata dan memelihara kehormatan (tarji).
2.       Islam tidak mengakui dan mengatur tata cara seperti yang ada pada saat ini.

B.  Saran-saran
Dengan kesimpulan yang dipaparkan diatas, dapat ditarik suatu makna yang lebih konkrit untuk dijadikan sumbangan saran terhadap makalah agar dapat :
a.    Berhati-hati dalam pergaulan apalagi pergaulan bebas.
b.   Kita harus mempertebal iman atau ilmu agama agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas.













Lampiran
Hasil Wawancara
Nama: Jack Cong
Umur: 20 tahun
1.      Apa yang sedang anda disini ?
Jawab: Biasa nongkrong bareng temen-temen sambil ngerokok.
2.      Selain merokok hal apa saja yang anda lakukan bersama teman-teman anda ?
Jawab: Bolos sekolah lalu nongkrong di tempat-tempat sepi, ngerokok, minum, tawuran, mencuri  kabel tembaga di rumah-rumah kosong kadang tralis rumah juga saya bawa awalnya buat seru-seruanan aja, tapi makin kesini gue mulai kenal narkoba, akhirnya ngerampok sudah seperti kewajiban buat saya.
3.      Sejak kapan anda melakukan hal negatif seperti ini ?
Jawab: Sejak SD, awalnya hanya coba-coba rokok lalu ketagihan sampai sekarang dan merembet kehal-hal negatif lainnya dan juga karena dorongan dari senior saya.
4.      Apa yang membuat anda melakukan hal seperti ini ?
Jawab: Orang tua saya berpisah perbedaan kasih sayang yang saya dapat di rumah makannya saya jadi depresi, lingkungan juga mempengaruhi saya untuk melakukan hal-hal negatif.

Nama:  Cakal leho
Umur: 15 tahun
1.      Apa yang sedang kalian lakukan disini ?
Jawab: Biasa nongkrong, ngerokok malakin orang, godain perempuan yang lewat dan juga minum arak. Biasanya banyakkan sama temen-temen yang lain cuma hari ini pada tidak datang.
2.      Apakah Anda tidak ketahuan jika sedang berkumpul disini ?
Jawab: pernah ketahuan dan nyaris masuk penjara, dan di tangkap satpol PP.
3.      Apakah anda pernah memakai narkoba?
Jawab: pernah nyabu, metilon dan justru yang berbahaya itu yang paling enak
4.      Apakah anda masih sekolah ?
Jawab: di bilang sekolah juga tidak tidak sih
5.      Apa yang membuat anda melakukan hal seperti ini?
Jawab: menghilangkan stres dan buat senang-senang

Nama: Aboy
Umur: 22 tahun
Pekerjaan: Pengangguran
1.      Apa yang sedang anda lakukan disini?
Jawab: Biasa minum-minum, ngeroko dan udah abis 5 batang
2.      Apa yang membuat anda melakukan hal seperti ini?
Jawab: menghilangkan stress, setiap hari dirumah keluarga saya kerjaannya hanya ribut melulu.
3.      Mengapa anda tidak mengatasi hal seperti ini dengan mengisi kegiatan sehari-hari dengan hal positif?
Jawab: ngapain nanti saja kalau sudah tua, masa muda ini di habiskan untuk have fun.









DAFTAR PUSTAKA

Sultoni, Wahyu Bagja, 2007; Ilmu Sosial Dasar. Bogor; STKIP
http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-luqman-ayat-12-19.html





 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar