KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, rasa syukur yang
mendalam Penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas izin dan limpahan
rahmat-Nya, Penyusun dapat menyelesaikan makalah seminar pendidikan agama islam dengan tema “Akibat Pergaulan Bebas”.
Dalam hal ini Penyusun mengucapkan
banyak terima kasih kepada teman-teman sejawat, yang telah memberikan bantuan
dan dorongan kepada Penyusun dalam menyelesaikan Makalah Seminar Pendidikan
Agama Islam “Akibat Pergaulan Bebas”.
Penyusun menyadari bahwa dalam
penulisan hasil Makalah Seminar Penididikan Agama Islam “Akibat Pergaulan
Bebas”.
ini masih banyak kekurangannya, oleh karena
itu Penyusun akan menerima kritik dan saran dari siapapun untuk memperbaiki
kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam Makalah Seminar Pendidikan Agama
Islam ”Akibat Pergaulan Bebas”.
Akhir kata, semoga penyajian Makalah Seminar
Pendidikan Agama Islam ”Akibat Pergaulan Bebas”. Dapat berguna bagi
teman-teman.
Bogor , Maret 2013
Penyusun
DAFTAR
ISI
Sampul Muka
Kata
Pengantar i
Daftar
Isi ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah 1
B.
Rumusan
Masalah 1
C.
Tujuan
Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pergaulan
Bebas
3
B.
Pengertian
Pergaulan Bebas 5
C.
Macam-macam
Pergaulan Bebas
5
D.
Penyebab
Pergaulan Bebas
11
E.
Dampak
Pergaulan Bebas 14
F.
Solusi Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan
Bebas 16
G.
Islam
Memandang Pergaulan Bebas 18
H.
Ayat
Al-Qur’an Tentang Cara Mendidik Anak 19
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 21
B. Saran 21
DAFTRA PUSTAKA 24
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada
masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan
beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak
masalah, baik di rumah, sekolah, atau di lingkungan pertemanannya.
Melihat berbagai
fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang
terjerumus ke dalam lembah perzinahan (Free sex), disebabkan terlalu jauhnya
kebebasan mereka dalam bergaul, faktor utama masalahnya adalah kurangnya
pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan
wanita. Disamping itu didukung oleh arus modernisasi yang telah mengglobal dan
lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa
penyeleksian yang ketat.
Kita telah mengetahui bahwa sebagian besar bangsa barat adalah bangsa
sekuler, seluruh kebudayaan yang mereka hasilkan jauh dari norma-norma agama.
Hal ini tentunya bertentangan dengan budaya Indonesia yang menjujung tinggi
nilai agama dan pancasila. Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran
adalah sebagian dari pergaulan bebas. Saat ini pacaran sudah menjadi hal yang
biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping. Fakta
menyatakan bahwa sebagian besar perzinahan disebabkan oleh pacaran. Bila kita
menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya, pacaran (berduaan
dengan non muhrim) merupakan hal yang tabu. Dari sini kita dapat menyimpulkan
bahwa pacaran memang tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia,
demikian juga dengan budaya islam.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan pergaulan bebas ?
2. Apa
saja yang termasuk pergaulan bebas?
3. Apa saja faktor penyebab para remaja
terjerumus dalam pergaulan bebas?
4. Bagaimana
pandangan agama islam tentang pergaulan bebas ?
5. Bagaimana
solusi untuk mengatasi pergaulan bebas?
6. Bagaimana
cara mendidik anak dalam islam?
C.
Tujuan Penulisan
1. Untuk
memenuhi salah satu tugas matakuliah Pendidikan Agama Islam
2. Untuk
mengetahui faktor-faktor penyebab
para remaja terjerumus dalam pergaulan bebas
3. Untuk
mengetahui bagaimana solusi untuk mengatasi masalah pergaulan bebas
4. Untuk
mengetahui bagaimana cara mendidik anak dalam islam
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pergaulan Bebas
Seks bebas
merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam
bentuk tingkah laku. Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas karena adanya
pertentangan dari lawan jenis, adanya tekanan dari keluarga dan teman. Dari
tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin
meningkat, dari 5% ada tahun 1980-an menjadi 20% di tahun 2000. telah dilakukan
penelitian mengenai gambaran pengetahuan remaja tentan seks bebas di Desa Paya
Bakung Dusun I B Kecamatan Hamparan Perak Tahun 2006.
Penelitian ini
menggunakan kuesioner yang diajukan responden dengan jumlah sampel 42
responden. Hasil penelitian yang terlibat pergaulan tidak baik sebanyak 80,9%
sedangkan remaja yang memperoleh sumber informasi tentang seks bebas sebanyak
47,6% dan remaja yang keadaan ekonominya baik sebanyak 35,6% serta remaja yang
berpengetahuan cukup tentang seks bebas sebanyak 43% sedangkan baik dan kurang
masing-masing sebanyak 28,5%.
Berdasarkan hasil
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan remaja tentang
seks bebas disebabkan karena kurangnya kesadaran remaja tentang keadaannya dan
tidak ada keterbukaan antara orang tua dan anaknya. Munculnya istilah pergaulan
bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam
peradaban umat manusia, kita patut bersyukur dan bangga terhadap hasil cipta
karya manusia, karena dapat membawa perubahan yang positif bagi
perkembangan/kemajuan industri masyarakat. Tetapi perlu disadari bahwa tidak
selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin bisa saja kemajuan itu
dapat membawa kepada kemunduran. Dalam hal ini adalah dampak negatif yang
diakibatkan oleh perkembangan iptek, salah satunya adalah budaya pergaulan
bebas tanpa batas.
Dewasa ini
pergaulan remaja, baik remaja sekolah maupun remaja kuliah, telah mengalami
suatu tahapan yang berbeda dengan adat budaya dan agama yang menjadi sandaran
norma dan aturan dalam hubungan interaksi antar manusia. Dalam pergaulan yang
semakin bebas ini memunculkan berbagai bentuk kebiasaan lain. Dari pola pikir
yang materialistic dan mencari kenikmatan instant walau sesaat telah menjadi
sisi kehidupan tersendiri. Dari kebebasan pergaulan meskipun ada segi
positifnya yaitu kebebasan berfikir dan berkreasi dengan kerja sama antar lawan
jenis sehingga menghasilkan kreasi solid karena kedekatannya, mempunyai sisi
lain dengan lahirnya berbagai gejala sosial diantarannya terjadi sex pra-nikah.
Sex bebas yang merebak di kalangan remaja adalah fenomena dimana aturan dan
norma kehidupan yang telah di ajarkan agama dan aturan yang menjadi kesepakatan
bersama antar manusia telah terabaikan, tergusur oleh pemikiran yang serba
untuk kesenangan. Perilaku sex bebas ini selain telah mengabaikan norma, juga
telah mendorong terjadinya pegeseran fungsi utama sex bagi manusia. Dari tujuan
utama sebagai sarana regenerasi telah beralih menjadi sarana pemuasan nafsu
semata. Naluri sex merupakan sumber tenaga manusia untuk terus melestaikan
spesiesnya dimana dalam pertumbuhannya remaja hingga dewasa dorongan sex ini
makin kuat. Jika tanpa ada pengatur atau pengontrol oleh norma agama, sosial
masyarakat dan pendidikan sex akan terjadi dominasi nafsu dalam diri. Pergaulan
bebas antar lawan jenis mendorong terjadinya hamil pra-nikah, lebih parah jika
setelah hamil laki-laki ini tidak bertanggung jawab dengan meninggalkannya,
gadis yang sudah tidak ‘gadis’ lagi ini untuk menghindari rasa malu terhadap
orang tua, teman dan masyarakat, atau karena suruhan dari teman laki-lakinya
yang tidak mau menikahinya cenderung mengambil jalan pintas dengan menggugurkan
kandungannya. Inilah fenomena social remaja yang makin marak dalam kehidupan
manusia dimana praktek aborsi sebagai mediator alternative bagi para pezina dalam
mencari jalan pintas menjadi solusi terakhir.
Dilihat dari segi
katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari istilah pergaulan
bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas
artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul
dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan.
Islam telah
mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum
dalam surat An-Nur ayat 30-31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita menjaga
pandangan mata dalam bergaul. Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam pergaulan
bebas? Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang
telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam pergaulan bebas itu
tidak dapat menjamin kesucian seseorang.
B. Pengertian Pergaulan Bebas
Kita tentu tahu
bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang
mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang
ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun
dari media massa.
Remaja adalah
individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri
yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan
teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda
Indonesia dalam kemajuan bangsa.
C. Macam-macam Pergaulan Bebas
Dilihat dari ajaran agama islam, pergaulan bebas dikelompokkan
menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut :
1.
Zina
Tidak mengherankan kalau seluruh agama
samawi mengharamkan dan memberantas perzinaan, serta memberikan ultimatum yang
sangat tajam. Karena perzinaan itu dapat mengaburkan masalah keturunan, merusak
keturunan, menghancurkan rumah tangga, meretakkan perhubungan, meluasnya penyakit
sipilis, kejahatan nafsu, dan merosotnya akhlak. Oleh karena itu tepatlah apa
yang dikatakan Alloh SWT. Surat Al-Israa ayat 32:
وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ
كَانَ فَٰحِشَةًۭ وَسَآءَ سَبِيلًۭا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”
Oleh karena itu apa saja yang dapat membangkitkan seks dan
membuka pintu fitnah baik oleh laki-laki maupun perempuan serta mendorong orang
untuk berbuat yang keji atau paling tidak mendekatkan perbuatan yang keji itu.
Ayat
di atas menerangkan bahwa mendekati zina saja dilarang, apalagi zina.
Perkara-perkara yang mendekati zina telah Rasulullah jelaskan dalam hadis
riwayat Muslim.
2.
Melihat Lain Jenis dengan
Bersyahwat.
Diantara sesyatu yang diharamkan islam
dalam hubungannya dengan masalah insting ialah pandangan seorang laki-laki
kepada seorang perempuan atau sebaliknya. Kuncinya adalah hati dan pandangan
yang merupakan jalan untuk membawa fitnah dan sampai kepada perbuatan zina. Rosululloh
SAW, menganggap pandangan liar dan menjurus kepada lain jenis sebagai bentuk
perbuatan zina mata. Sabda beliau sebagai berikut :
“Dua
mata itu bisa berzina dan zinanya ialah melihat”
Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah
mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki
adalah berjalan, zina hati
3.
Haram Melihat Aurat
Rosululloh SAW telah melarangnya
sekalipun antara laki-laki dengan laki-laki atau antara perempuan dengan
perempuan baik dengan syahwat ataupun tidak. Sabda Rosululloh SAW\
“Seorang
laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain dan begitu juga perempuan
tidak boleh melihat aurat perempuan lain dan tidak boleh seseorang laki-laki
bercampur dengan lain laki-laki dalam satu pakaian, dan begitu juga perempuan
dengan perempuan lain bercampur dalam satu pakaian.” (HR.Muslim, Ahmad, Abu
Daud, dan Tirmidzi)
4.
Hal-Hal Yang Dilarang Di
Era Globalisasi Saat Ini
1.
Alkohol (Minuman keras)
Kita sudah tidak
asing lagi dengan kata minuman keras, minuman keras atau yang sering disebut
miras mudah sekali ditemui di manapun kita berada. Alkohol adalah zat yang paling
sering disalahgunakan manusia, alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu,
gula, sari buah atau umbi-umbian. Dalam peragian tersebut akan menghasilkan
kurang lebih 15%, tetapi jika dilakukan penyulingan maka dapat menghasilkan
kurang lebih 100%.
Efek yang ditimbulkan setelah
mengkonsumsi alkohol, efeknya berbeda-beda tergantung dari jumlah / kadar
alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan
relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa
senang, rasa sedih dan kemarahan.
Bila dikonsumsi berlebihan, akan
muncul efek sebagai berikut:
-merasa lebih bebas lagi
mengekspresikan diri
-tanpa ada perasaan terhambat menjadi
lebih emosional (sedih, senang, marah secara berlebihan)
-muncul akibat ke fungsi fisik -
motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi
motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri
Pengonsumsian alkohol yang berlebihan
dapat mengakibatkan pengerutan otak dan pengonsumsian alkohol yang berat dapat
terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan
kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat-obatan
berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek
keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan
mengalami over dosis akan lebih besar. Tapi bodohnya masyarakat Indonesia sudah
terbukti, banyak terdengar kabar para pemabuk tewas ketika menengguk minuman
keras, ternyata minuman keras itu sudah dicampur dengan bahan-bahan yang
berbahaya seperti baygon, soklin, soffel dan banyak lainnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai
orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men-dapat
keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan
dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu,
dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu
(dari mengerjakan pekerjaan itu).” (Al-Ma’idah: 90-91).
jadi janganlah anda sekali-kali minum
minuman keras karena itulah hal yang paling dibenci Allah SWT.
2.
Narkoba
Narkoba adalah
singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya.Narkoba menjadi ancaman terberat
bagi bangsa ini.Berapa puluh ribuan orang yang sudah terjangkit narkoba.Narkoba
terdiri dari beberapa macam yaitu :
-Opiat(heroin,morfin,ganja)
-Amfetamin(shabu,ekstasi,inex)
-Kokain
-Benzodiazepin(pil nipam,BK,mogadon)
Begitu banyak macam narkoba yang
sudah menyebar di negeri ini. Berapa jiwakah yang akan terjangkit narkoba lagi?
Kita tidak akan tahu berapa jumlah anak muda yang akan terpengaruh oleh narkoba
sebelum pemerintah berusaha memberantas narkoba itu.
Seorang pengguna narkoba bisa
terjangkit virus HIV/AIDS jika dia menggunakan jarum suntik secara
bergantian.Memang sungguh berbahaya, tapi mengapa para pemakai itu nekat
menggunakannya?
Narkoba membuat penggunanya merasa
lebih percaya diri bahkan ada yang mengatakan sebagai gaya hidup zaman
sekarang. Narkoba juga sebagai pelarian dari suatu masalah. Yang lebih ironis
lagi, banyak orang yang beranggapan, mengkonsumsi narkoba sebelum melakukan
hubungan seksual bisa menambah kemampuan dan kekuatan. Sehingga sering kita
dengar adanya pesta narkoba yang kemudian dilanjutkan dengan pesta seks. Atau
ada suatu anggapan yang mengatakan komplek pelacuran identik dengan narkoba.
Mengkonsumsi narkoba bukannya akan
menambah kekuatan, namun sebaliknya justru akan menimbulkan masalah dan
berakibat buruk terhadap fungsi seksual. Gangguan fungsi seksual karena
menggunakan barang haram ini, tergantung dari jenis narkoba yang digunakan.
3. Kehidupan malam
Pergaulan bebas
identik sekali dengan yang namanya “dugem” (dunia gemerlap). Kehidupan malam
identik dengan seks bebas, alkohol dan obat terlarang. Itu tidak bisa
dipungkiri ketika mewabahnya ekstasi dan shabu-shabu. Obat terlarang jenis ini
sering ditemui di klub-klub malam. Alkohol mudah sekali dijumpai ketika kita
masuk dalam klub-klub malam. Dunia ini banyak dirambah oleh kalangan atas dan
kalangan selebritis. Mereka menghambur-hamburkan uang demi kepuasan sesaat.
Mereka menganggap kehidupan malam
adalah kebutuhan hidup yang tidak bisa dipisahkan dari rutinitas mereka.
Perspesi masyarakat Indonesia tentang kehidupan malam adalah tabu, mereka
menganggap kehidupan malam itu tak ada dalam adat istiadat mereka. Mereka
menganggap kehidupan malam itu sebagai dunia kelam yang akan menghancurkan
generasi bangsa.
Tapi dalam masa ini, sudah berapa
banyakkah klub-klub, cafe-cafe dan diskotik di Indonesia? Indonesia telah
berubah, bukan seperti dulu lagi. Kehidupan malam dianggap sudah biasa bagi
kalangan remaja.
4.
Sex Bebas
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan
mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris
(51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%),
terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual
(59%).
Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau
membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara
alamiah). Abortus terbagi dua. Pertama, Abortus spontaneus
yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah,
kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang
salah dan keracunan. Kedua, Abortus provocatus yaitu
aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil
sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan
bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.
Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes,
Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita
pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah :
-
Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
-
Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
-
Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
-
Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
-
Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan
menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
-
Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon
estrogen pada wanita),
-
Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
-
Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
-
Kanker hati (Liver Cancer).
-
Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa)
yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat
kehamilan berikutnya.
-
Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic
Pregnancy).
-
Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
-
Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
D. Penyebab Pergaulan Bebas
Penyebab pergaulan
bebas diantaranya:
1. Rendahnya Taraf Pendidikan Keluarga.
Rendahnya taraf pendidikan keluarga mungkin
juga berpengaruh besar terhadap terjadinya pergaulan bebas. Misalnya masih
mengizinkan anaknya berpacaran tanpa mengawasinya, ini akan menyebabkan anaknya
akan terjerumus dalam pergaulan bebas.
2. Keadaan Keluarga Yang Tidak Stabil (Broken Home).
Keadaan keluarga sangat berpengaruh
terhadap tingkah laku / perkembangan psikis remaja. Apabila keadaan orang tua
tidak harmonis maka perkembangan psikis anak akan terganggu dan anak cenderung
mencari kesenangan di luar. Karena anak merasa orang tua tidak memberi kasih
sayang, sehingga anak mencari pelampiasan dengan cara bergaul secara bebas.
3. Orang Tua yang Kurang Memperhatikan.
Orang tua yang tidak memperhatikan anaknya
dikarenakan cenderung memikirkan pekerjaannya dan anak kurang mendapat
perhatian sehingga anak cenderung bebas dalam melakukan aktifitas sehari-hari.
Oleh karena itu, perlunya perhatian orang tua. Apabila kita perhatikan kesalahan orang
tua adalah tidak memberi pendidikan tentang pergaulan bebas yang memadai di
rumah, dan membiarkan anak-anak mereka mendapat pemahaman pergaulan yang salah
dari sumber yang salah.
4. Lingkungan Setempat Kurang Baik.
Lingkungan setempat manjadi salah satu
faktor yang mempengaruhi cara bergaul para remaja. Apabila kondisi keluarga
sudah baik, akan tetapi lingkungan sekitar tidak mendukung atau tidak kondusif,
maka anak tersebut juga dapat terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Apalagi
remaja zaman sekarang lebih menyukai bergaul dengan teman yang ada di
lingkungan sekitar daripada keluarga. Apabila kita ingat perkembangan cara
pikir, pola pikir, anak zaman sekarang tidak lagi didominasi oleh pendidikan
keluarga namun lebih banyak pendidikan dari lingkungan.
5. Kurang Berhati-hati dalam Berteman.
Berteman mungkin hal yang wajar, namun
dalam memilih teman kita harus hati-hati. Teman bisa menjerumuskan ke dalam
hal-hal yang negatif, sehingga dalam bergaul tidak asal-asalan maka dari itu
kita harus memilih teman yang benar-benar baik agar kita tidak terjerumus dalam
pergaulan yang cenderung bebas.
6. Keadaan
Ekonomi Keluarga
Keadaan ekonomi keluarga yang rendah,
itu akan membuat seorang anak tidak
mengenyam pendidikan dengan baik. Dan kebanyakan anak akan putus sekolah
sehingga anak tersebut akan bergaul dengan para remaja yang senasib. Mereka
akan membentuk suatu kelompok yang beranggotakan anak yang putus sekolah.
Keadaan ekonomi juga dapat menjadi faktor yang cukup mendominasi, karena
menurut Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta melaporkan bahwa remaja yang
terjerumus ke dalam pergaulan bebas adalah para remaja. Maka adanya penyuluhan
/ pengetahuan tentang internet sangatlah diperlukan. Namun bahaya pergaulan
bebas tidak hanya didapat dari internet tetapi juga televisi dan handphone.
Bahkan secara umum, kelompok remaja yang paling banyak mendapat dorongan
bergaul secara bebas dari media cenderung melakukan pergaulan yang tidak baik,
apalagi usia 14 hingga 16 tahun.
7. Faktor
Agama dan Iman
Agama
dan keimanan merupakan landasan hidup seorang individu. Tanpa agama hidup
mereka akan kacau, karena mereka tidak mempunyai pandangan hidup. Agama dan
keimanan juga dapat membentuk kepribadian individu. Dengan agama individu dapat
membedakan mana yang baik dan mana yang
tidak. Tetapi pada remaja yang ikut kedalam pergaulan bebas ini biasanya tidak
mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak.
8. Adanya Teknologi Informasi (Internet).
Munculnya internet memudahkan kita untuk
mengakses berbagai macam jenis budaya. Sehingga dampaknya bisa positif dan
negatif. Jadi apabila kita menggunakan internet kita harus selektif.
E. Dampak Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas dapat memberi dampak yang buruk, diantaranya :
1.
Terserang penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency
Syndrome)
AIDS merupakan
gejala kompleks yang menunjukkan adanya kegagalan pada fungsi sistem kekebalan
tubuh akibat terinfeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus
HIV menyerang dan menghancurkan sel darah putih yang berfungsi sebagai penahan
dari serangan infeksi atau bibit penyakit.
Gejala awal AIDS
mirip dengan flu, terjadi pembengkakan kelenjar dan suhu tubuh yang tinggi.
Gejala lanjutannya ialah kehilangan berat badan, terserang beberapa macam
kanker, dan penurunan fungsi otak. Penularan penyakit ini melalui cairan darah
yang terinfeksi, jarum suntik, hubungan seksual, dan mulut (adanya luka pada
gusi, bibir, dan tenggorokan) saat melakukan oral seks. Bayi yang belum lahir
juga beresiko tertular HIV jika ibunya menderita AIDS.\
Tingginya kasus
AIDS, khususnya para remaja merupakan akibat dari pergaulan bebas. Hasil
penelitian di 12 kota termasuk di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10 –
31 % remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Di kota Denpasar
dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II,
155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
Mereka terdiri
atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita
HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% kehilangan sistem kekebalan
atau daya tahan tubuh pada usia remaja.
Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin
memprihatinkan. Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Februari
2005, tercatat penderita AIDS sebanyak 623 orang, sebagian besar menyerang usia
produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia
15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang,
usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
2.
Aborsi atau abortus
Berarti penguguran
kandungan atau membuang. janin dengan sengaja sebelum waktunya (sebelum dapat
lahir secara alamiah). Abortus dibagi menjadi dua :
Pertama, Abortus
spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya,
kandungan lemah, kurangny daya tahan
tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.
Kedua, Abortus
provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa
seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan
sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran
janin tersebut.
Firman Allah : ”
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang
memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka
adalah dosa yang besar.” (QS 17:31).
Banyak calon ibu
yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau
tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan
kandungannya. Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah
urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha.
Firman Allah: “Barang
siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan
hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia
telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan
nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa
manusia semuanya.” (QS 5:32 ).
Oleh sebab itu
aborsi adalah membunuh, membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan
melawan terhadap perintah Allah.
Al-Quran
menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran
terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah
dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang,
atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu
penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang
pedih.” (QS 5:36).
Menindak lanjuti
mengenai permasalahan dalam makalah ini maka seharusnya kita sebagai pemuda
islam yang berpendidikan haruslah mengetahui dampak dan akibat dari pergaulan
bebas tadi. Sehingga kita tidak akan terjerumus dalam tindakan yang dilarangan
oleh agama islam. Pergaulan bebas dalam kehidupan bermasyarakat memang bukan
hal yang asing lagi karena setiap hari para remaja sudah melakukan hal
tersebut. Untuk mencegah hal itu maka haruslah ditanamkan pengetahuan tentang
bahayanya pergaulan bebas karena dampak dari pergaulan bebas ini akan dirasakan
oleh berbagai macam pihak seperti keluarga, masyarakat dan yang lebih menyesali
atas tindakannya tersebut adalah dirinya sendiri. Untuk menumbuhkan kesadaran akan bahayanya pergaulan bebas maka
para remaja haruslah diberikan pendidikan mengenai dampak pergaulan bebas dan
memberikan pendidikan kerokhanian agar mereka sadar tentang apa yang saat ini
sedang terjadi.
Solusi Untuk
Menyelesaikan Masalah Pergaulan Bebas Kita semua mengetahui peningkatan
keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluranminat dan bakat secara
positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap orang mampumencapai
kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupun kata-kata tersebut sering
‘didengungkan’tetap saja masih banyak remaja yang melakukan hal-hal yang tidak
sepatutnya dilakukan. Selaindaripada solusi di atas masih banyak solusi
lainnya. Solusi-solusi tersebut adalah sebagai berikut:
·
Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap
optimis dan hidup dalam “kenyataan”,maksudnya sebaiknya remaja dididik dari
kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidaksesuai dengan kemampuannya
sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan merekaakan mampu menanggapinya
dengan positif.
·
Menjaga keseimbangan pola hidup. Yaitu perlunya
remaja belajar disiplin dengan mengelolawaktu, emosi, energi serta pikiran
dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalamkegiatan sehari-hari
serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif 3. Jujur pada diri sendiri.
Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaikuntuk diri
masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan
iniremaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
·
Jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadari pada
dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing.
Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak
menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
·
Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain
sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri
terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan komunikasi
yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
·
Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain
sehingga terbina hubungan baik denganmasyarakat, untuk memberikan batas diri
terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kitamulai dengan komunikasi yang
baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
·
Perlunya remaja berpikir untuk masa depan.
Jarangnya remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkan
pertanyaan “Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya lalai dalam
menyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik?” kemudian hal itu
diiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para remaja.
Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang untuk melakukan hal-hal
menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV & AIDS
nantinya.Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapat
dikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif
untuk memberikan motivasi positif dan memberikan sarana & prasarana yang
dibutuhkan remaja dalam proses keremajaannya sehingga segalanya menjadi
bermanfaat dalam kehidupan tiap remaja.
G. Islam memandang Pergaulan Bebas
Banyak hal-hal
yang negatif yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas. Ini semua telah terlukis
oleh mereka di belahan bumi Barat, yang dulu mengagung-agungkan kebebasan dalam
segala hal, termasuk kebebasan seks, kini mereka menjerit. Angka perceraian
sangat tinggi, dan pranata pernikahan diragukan. Akibatnya keluarga sebagai
sendi masyarakat runtuh, kemudian terjadilah dekadensi moral. Wabah AIDS
menebarkan kengerian dan ketakutan karena semakin liarnya perilaku masyarakat
dalam free sex.
Apa yang terjadi
di Barat dapat kita sinyalir dari tulisan George Balusyi dalam bukunya ;
“Ledakan Seksual”, yaitu ; “pada tahun 1962, Kennedy menjelaskan, masa depan
Amerika diancam bahaya, sebab para pemudanya cenderung dan tenggelam di dalam
syahwat sehingga tidak mampu memikul tanggung jawab yang harus dipikul di atas
pundaknya. Setiap tujuh pemuda yang maju untuk jadi tentara, terdapat enam
pemuda yang tidak pantas dijadikan tentara. Sebab syahwat yang telah mereka
lampiaskan itu, telah merusak keseimbangan hygienis dan psikis mereka”.
Budaya free sex
tidak jauh berbeda dengan budaya pacaran. Dan dengan menghubungkan fakta yang
terjadi di sekitar kita, banyak para pemuda dan pemudi yang mengaku dirinya
muslim tetapi mereka melakukan perbuatan zina. Juka hal ini dibiarkan, maka
akan sangat berabhaya bagi kelanjutan da’wah Islam. Betapa sedihnya jika ummat Islam
yang begitu besar tetapi akhlak para pemudanya penuh dengan kebobrokan. Naudzubillahi
min zaalik.
H. Ayat Al-Qur’an Tentang Cara Mendidik Anak
Dalam Al-Quran dijelaskan di Surat Lukman ayat 12-19,
mengenai konsep Alquran mengenai mendidik anak secara islami.
Ayat 12-13: Kisah
Luqman yang bijaksana, nasihatnya kepada anaknya tentang pentingnya syukur dan
bahaya syirk
Terjemah Surat Luqman Ayat 12-13
Dan sungguh, telah Kami
berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah Dan barang
siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya
sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah
Mahakaya lagi Maha Terpuji.” (Q.S Lukman:12)
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata
kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku!
Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S Lukman:13)
Ayat 14-15:
Pentingnya seorang bapak memperhatikan pendidikan anaknya, bagaimana mendidik
anak secara Islami, dan perintah menaati kedua orang tua selama isinya bukan
maksiat kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
Terjemah Surat Luqman Ayat 14-15
Dan Kami perintahkan
kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam
usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya
kepada Aku kembalimu. (Q.S Lukman:14)
Dan jika keduanya
memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai
ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya
di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian
hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang
telah kamu kerjakan. (Q.S Lukman:15)
Ayat 16-19:
Penjelasan tentang luasnya ilmu Allah Subhaanahu wa Ta'aala, pentingnya
menanamkan rasa muraqabah (merasa diawasi Allah Subhaanahu wa Ta'aala) ke dalam
diri anak, pentingnya mengajarkan anak akhlak yang mulia dan mengingatkan
kepadanya agar menjauhi akhak tercela.
Terjemah Surat Luqman Ayat 16-19
(Luqman berkata), "Wahai
anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada
dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan.
Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Mahateliti. (Q.S Lukman:16)
Wahai anakku!
Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah
(mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu,
sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. (Q.S
Lukman:17)
Dan janganlah kamu
memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi
dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membanggakan diri. (Q.S Lukman:18)
Dan sederhanakanlah
dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah
suara keledai. (Q.S Lukman:19)
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian
sebelumnya penulis akan menyimpulkan beberapa hal,yakni sebagai berikut :
1. Islam
telah menetapkan dan mengatur batas-batas dalam pergaulan bebas diantaranya
dengan menjaga dengan pandangan mata dan memelihara kehormatan (tarji).
2. Islam tidak mengakui dan mengatur tata cara
seperti yang ada pada saat ini.
B. Saran-saran
Dengan kesimpulan yang dipaparkan
diatas, dapat ditarik suatu makna yang lebih konkrit untuk dijadikan sumbangan
saran terhadap makalah agar dapat :
a.
Berhati-hati dalam pergaulan apalagi pergaulan bebas.
b.
Kita harus mempertebal iman atau ilmu agama agar tidak
terjerumus kedalam pergaulan bebas.
Lampiran
Hasil Wawancara
Nama: Jack Cong
Umur: 20 tahun
1.
Apa yang sedang anda disini ?
Jawab: Biasa nongkrong bareng
temen-temen sambil ngerokok.
2.
Selain merokok hal apa saja yang anda lakukan bersama
teman-teman anda ?
Jawab: Bolos sekolah lalu nongkrong
di tempat-tempat sepi, ngerokok, minum, tawuran, mencuri kabel tembaga di rumah-rumah kosong kadang
tralis rumah juga saya bawa awalnya buat seru-seruanan aja, tapi makin kesini
gue mulai kenal narkoba, akhirnya ngerampok sudah seperti kewajiban buat saya.
3.
Sejak kapan anda melakukan hal negatif seperti ini ?
Jawab: Sejak SD, awalnya hanya
coba-coba rokok lalu ketagihan sampai sekarang dan merembet kehal-hal negatif
lainnya dan juga karena dorongan dari senior saya.
4.
Apa yang membuat anda melakukan hal seperti ini ?
Jawab: Orang tua saya berpisah perbedaan
kasih sayang yang saya dapat di rumah makannya saya jadi depresi, lingkungan
juga mempengaruhi saya untuk melakukan hal-hal negatif.
Nama: Cakal leho
Umur:
15 tahun
1.
Apa yang sedang kalian lakukan disini ?
Jawab: Biasa nongkrong, ngerokok
malakin orang, godain perempuan yang lewat dan juga minum arak. Biasanya
banyakkan sama temen-temen yang lain cuma hari ini pada tidak datang.
2.
Apakah Anda tidak ketahuan jika sedang berkumpul disini
?
Jawab: pernah ketahuan dan nyaris
masuk penjara, dan di tangkap satpol PP.
3.
Apakah anda pernah memakai narkoba?
Jawab: pernah nyabu, metilon dan
justru yang berbahaya itu yang paling enak
4.
Apakah anda masih sekolah ?
Jawab: di bilang sekolah juga tidak
tidak sih
5.
Apa yang membuat anda melakukan hal seperti ini?
Jawab: menghilangkan stres dan buat
senang-senang
Nama: Aboy
Umur: 22 tahun
Pekerjaan: Pengangguran
1.
Apa yang sedang anda lakukan disini?
Jawab: Biasa minum-minum, ngeroko dan
udah abis 5 batang
2.
Apa yang membuat anda melakukan hal seperti ini?
Jawab: menghilangkan stress, setiap
hari dirumah keluarga saya kerjaannya hanya ribut melulu.
3.
Mengapa anda tidak mengatasi hal seperti ini dengan
mengisi kegiatan sehari-hari dengan hal positif?
Jawab: ngapain nanti saja kalau sudah tua,
masa muda ini di habiskan untuk have fun.
DAFTAR PUSTAKA
Sultoni, Wahyu Bagja, 2007; Ilmu Sosial
Dasar. Bogor; STKIP
http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-luqman-ayat-12-19.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar